BLOG

imageTera Damai: Lingkungan Perumahan Hijau dan Asri di Pusat Kota

Tera Damai: Lingkungan Perumahan Hijau dan Asri di Pusat Kota

Tera-damai, Bekasi Tidak dapat dipungkiri, kawasan hunian di Jabodetabek yang memberikan kenyamanan dan rasa harmonis dengan alam sangat sulit ditemukan. Ketersediaan lahan yang cukup sempit membuat keberadaan ruang terbuka hijau yang dibutuhkan untuk mewujudkan lingkungan asri sudah sangat jarang terlihat.

Padahal, tingkat polusi yang tinggi di Ibu Kota Jakarta dalam jangka waktu yang lama dapat mengancam kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kawasan perumahan yang menawarkan konsep lingkungan yang asri, segar, dan menyehatkan.

Tera Damai hadir menawarkan konsep perumahan yang mampu memberikan lingkungan hijau yang asri, segar, dan menyehatkan. Tera Damai dikembangkan oleh Damai Putra Group sebagai kawasan mandiri seluas 100 Ha. Dengan visi 'Living in Harmony with Nature' dengan pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD), visi tersebut disusun dengan menjawab kebutuhan warga sekitar akan sebuah hunian yang hijau, ramah lingkungan dan bebas dari banjir.

Apa saja fasilitas perumahan Tera Damai yang membuat kawasan dan lingkungan perumahan ini menjadi lingkungan hijau yang asri, segar, dan menyehatkan? Simak selengkapnya di sini.

Penerapan Water Sensitive Urban Design (WSUD)

Salah satu masalah utama di perkotaan besar seperti Kota Jakarta dan sekitarnya adalah pengelolaan air yang kurang baik. Akibatnya, berbagai masalah sering timbul di kawasan Jabodetabek. Katakan saja, permasalahan seperti ketersediaan air bersih, banjir, hingga air yang tercemar polusi berat. Perumahan Tera Damai mencegah terjadinya hal tersebut dengan menerapkan water sensitive urban design (WSUD).

Water Sensitive Urban Design (WSUD) merupakan salah satu bagian dari konsep pendekatan infrastruktur hijau. Tujuan dari pendekatan konsep ini untuk melakukan pendekatan perencanaan dan perancangan kota yang berhubungan dengan sumber air dan manajemen lingkungan serta meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan air di permukaan perkotaan. Dengan WSUD, lingkungan sekitanya akan ikut terdampak positif seperti pencegahan banjir, ketersediaan air bersih, dan terutama perlindungan kualitas air.

Bio-Swale Sebagai Pembatas Antar Cluster

Untuk mengatasi keterbatasan lahan sekaligus memperluas lahan untuk ruang terbuka hijau, Tera Damai menerapkan bio-swale sebagai pembatas cluster. Bio-swale adalah saluran yang dirancang untuk memusatkan dan mengalirkan limpasan air hujan sambil membuang sampah yang terbawa dan juga polusi. Lewat fungsinya tersebut, bio-swale juga sangat bermanfaat dalam mengisi ulang air tanah.

Dalam penerapannya di Tera Damai, bio-swale menjadi pembatas antar cluster di dalamnya. setiap perbatasan  antar cluster akan dibuat taman bio-swale selebar 1-2 meter, pembatas cluster juga bersifat semi terbuka sehingga sirkulasi udara sangat baik, serta lokasi Tera Damai yang strategis. Bio-swale ini juga akan menjadi taman pintar yang turut menambah keindahan dan nilai estetika di Tera Damai.

Ruang Terbuka Hijau dengan Fasilitas Lengkap

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi penting sebagai paru-paru kawasan. Keberadaan pepohonan di area yang luas mampu memperbaiki kualitas udara di sekitarnya. Pasalnya, pohon mampu memproduksi 1,5 Kg udara bersih setiap hari sekaligus memberihkan 0,5 Kg karbon dioksida sebagai sumber polusi di perkotaan. Oleh karena itu, Tera Damai mendedikasikan sebagian kawasan pengembangannya untuk Ruang Terbuka Hijau.

Tidak hanya memberikan sebagian kawasan pengembangan untuk Ruang Terbuka Hijau, Tera Damai memberikan fasilitas yang sangat lengkap di dalam RTH. Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Tera Damai dilengkapi taman bermain, outdoor dining, sarana olahraga dan lengkap dengan danau serta jalur pedestrian dan sepeda. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat penghuni Tera Damai menghabiskan waktu dan bersosialisasi di Ruang Terbuka Hijau. Hasilnya adalah lingkungan yang ramah, segar, asri, sekaligus menyehatkan. (ADR)

imgWAchatYuk wa